30 Hari Menulis Surat Cinta

#22 | Surat Untuk Sang Maha Cinta

Tanpa surat ini pun sebenarnya Engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku. Karena hanya Kau lah satu-satunya yang mampu menyelami hingga ke dasar relung hati umatMu. Tapi, kali ini ijinkan aku menuliskan semuanya di sini. Tuhan… Maaf, jika aku masih saja terlalu sombong untuk taat bersujud padaMu. Maaf, jika aku masih saja lalai menjalankan… Continue reading #22 | Surat Untuk Sang Maha Cinta

30 Hari Menulis Surat Cinta

#21 | Gadis-Gadisku

Hai, gadis-gadis ketje Ini surat buat kalian, yang beberapa waktu lalu ribut minta dikirimi surat cinta olehku. Memang benar kalian ini, apa tidak cukup bertemu denganku? Dengan begitu kan kalian bisa puas memandang dan mengagumi keketjeanku. Hahaha. Oke, begini, kalian masih ingat awal perkenalan kita? Kalau aku, jujur aku tidak ingat. Yang aku tahu, kita… Continue reading #21 | Gadis-Gadisku

30 Hari Menulis Surat Cinta

#17 | Kepada Perempuan Yang Kusebut Aku

Halo, Sudah tiba musim penghujan. Musim yang selalu kau sukai, musim yang selalu kau nantikan kehadirannya. Karena kau dapat menari di bawah guyuran air hujan yang membawa nuansa sendu. Aku heran, mengapa kau sangat suka dengan hujan? Padahal hujan selalu membawa ingatan tentang kenangan lamamu. Tak jarang, kau menangis di bawah hujan. Menyamarkan air matamu… Continue reading #17 | Kepada Perempuan Yang Kusebut Aku

30 Hari Menulis Surat Cinta

#15 | Senja Di Pelukan Ibu Pertiwi

70 tahun sudah usiamu. Renta kah? Tidak, belum. Kau masih sangat dini untuk disebut tua. Perjalanan ini masih sangat panjang. Karena rasanya baru kemarin kau mendapatkan kebebasan. Kau indah, dan semoga kan selalu indah. Luasmu membentang dari barat hingga ke timur dengan panorama yang menyejukkan mata. Membuat para petualang dan pemburu keindahan tak berhenti berdecak… Continue reading #15 | Senja Di Pelukan Ibu Pertiwi

30 Hari Menulis Surat Cinta

#14 | Kabar Dari Mantan

Solo-Banjarmasin, dilanjutkan dengan Jakarta-Banjarmasin. Entah berapa ratus kilometer jaraknya. Entah berapa dalam lautan yang membelah dua pulau tempat kota itu berada. Tapi karena kita; aku dan kamu sama-sama nggak bisa berenang, maka jadilah jarak ratusan kilometer dengan lautan yang membentang itu harus diganti dengan momen menunggu tiket pesawat promo. Yang mana sebenarnya sangat jarang terjadi.… Continue reading #14 | Kabar Dari Mantan

30 Hari Menulis Surat Cinta

#11 | Penikmat Kopi

Sudahkah menikmati kopimu hari ini? Bagaimana? Bersemangatkah kalian? Apakah energi kalian melonjak drastis? Apakah kata-kata mengalir memenuhi imaji setelahnya? Kalau iya, sama. Aku ingin tahu, bagaimana kopi yang kalian minum? Pahitkah? Manis? Atau perpaduan keduanya? Kalau aku, aku suka campuran 1 sendok kopi hitam dengan 1 sendok gula. Tidak terlalu manis. Tidak melulu kopi hitam,… Continue reading #11 | Penikmat Kopi