30 Hari Menulis Surat Cinta

#22 | Surat Untuk Sang Maha Cinta

Tanpa surat ini pun sebenarnya Engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku. Karena hanya Kau lah satu-satunya yang mampu menyelami hingga ke dasar relung hati umatMu. Tapi, kali ini ijinkan aku menuliskan semuanya di sini.

Tuhan…
Maaf, jika aku masih saja terlalu sombong untuk taat bersujud padaMu.
Maaf, jika aku masih saja lalai menjalankan perintahMu meski kutahu itu untuk kebaikanku.
Maaf, jika aku masih saja mengabaikan sekitarku.
Maaf, jika aku masih saja enggan membaca dan memahami Sabda-SabdaMu.
Maaf, jika terkadang aku masih menyalahkanMu atas keterpurukan dalam hidupku.
Maaf, jika terkadang aku lupa bahwa surgaMu berada di bawah telapak kaki Ibu.
Maaf, jika aku seringkali abai akan mukjizat yang tak henti Kau kirimkan padaku.

Tuhan….
Terimakasih…
Terimakasih atas udara yang kuhirup.
Terimakasih atas mata yang masih bisa terbuka hari ini.
Terimakasih atas jantung yang tetap berdetak kencang hingga saat ini.
Terimakasih karena menghadirkan orang-orang baik di sekelilingku.
Terimakasih atas cinta dan kasih sayangMu yang tak pernah pudar.
Terimakasih atas semua nikmatMu yang tak bisa kusebutkan satu persatu.

Tuhan, ijinkan aku…
Ijinkan aku untuk kembali bersujud padaMu.
Ijinkan aku untuk kembali melantunkan kidung SabdaMu.
Ijinkan aku untuk dapat berbakti lebih lama lagi pada Ibuku.

Sekali lagi, Tuhan…
Terimakasih, karena tetap menjaga Bumi ini berputar pada porosnya. Dan terimakasih, karena masih mengijinkan Matahari untuk terbit dari Timur.

Dariku,
UmatMu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s