30 Hari Menulis Surat Cinta

#15 | Senja Di Pelukan Ibu Pertiwi

70 tahun sudah usiamu. Renta kah? Tidak, belum. Kau masih sangat dini untuk disebut tua. Perjalanan ini masih sangat panjang. Karena rasanya baru kemarin kau mendapatkan kebebasan.

Kau indah, dan semoga kan selalu indah. Luasmu membentang dari barat hingga ke timur dengan panorama yang menyejukkan mata. Membuat para petualang dan pemburu keindahan tak berhenti berdecak kagum melihat keelokan rupamu.

Kau selalu menawarkan kehangatan, bagi jiwa-jiwa yang kesepian. Kau memberikan pelukan nyaman di dinginnya udara malam. Walau terkadang beberapa di antara kami berlaku kejam padamu, kau tetap dengan kasih sayang seorang ibu; membelai kami.

Aku pernah bermimpi untuk menjelajahi dunia, mengunjungi negara-negara, atau bahkan menetap di sana. Tapi ku meragu; bagaimana bisa ku bertahan di negara yang makanan pokoknya adalah sepotong roti, jika saat tengah malam saja aku masih mencari sebungkus nasi Padang.

Lalu aku tersadar, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu, Indonesiaku. Negara indahku. Kini, satu mimpiku; menghabiskan masa senjaku nanti di pelukanmu, Ibu Pertiwi.

Untukmu, Indonesia. Selamat hari kasih sayang, dari anakmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s