30 Hari Menulis Surat Cinta

#5 | Jangan Ngambek Lagi

Aku nggak tahu apa yang udah aku perbuat. Kesalahan apa yang aku lakukan juga nggak tahu. Hari ini pekerjaan banyak, sayang. Jangankan untuk mengingat kesalahan yang entah kulakukan dengan sengaja atau tidak, tadi pagi aku sarapan apa, pun aku lupa.

Kalau kamu diam-diam begini, bagaimana aku bisa tahu? Tiap ditanya, jawabanmu selalu ketus. Mukamu juga asem, seasem ketekku kalau aku nggak mandi seharian.

Ini soal aku yang nggak nurutin nasehat kamu kemarin? Atau karena aku selalu berdekatan dengan lelaki lain; padahal mereka partner kerjaku. Kedekatanku dengan mereka tidak ada tendensi apa-apa selain pekerjaan. Bentuk profesionalitas ku aja. Kalau keprofesionalanku dianggap lain oleh mereka yang tiba-tiba aja naksir aku, ya, bukan salahku dong. Kamu kan tahu sendiri, bagaimana memesonanya aku. Bahkan kamu pun terpikat padaku. Bukan begitu, bukan? Hehehe.

Tenang aja, kesayangan. Biar kamu galak, aku tetap cinta. Biar kamu gampang emosi, aku tetap sayang. Biar kamu suka nggak mau ngalah, aku tetap rindu. Pokoknya I Love You Full, kata Mbah Surip.

Jangan ngambek lagi ya, Sayang. Aku udah kangen dengerin suaramu sambil ngopi.

Dariku,
Yang selalu suka wangi tubuhmu.

Advertisements

2 thoughts on “#5 | Jangan Ngambek Lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s